Selasa, 21 Oktober 2014

Kebijakan Pertanian di Indonesia


Indonesia merupakan Negara agraris dan memiliki banyak pulau, Indonesia juga dijuluki sebagai Zamrud Khatulistiwa. Itu karena Indonesia memiliki lahan hijau yang luas, sudah jelas dengan hal ini Indonesia terlihat sebagai negara yang memiliki komoditas yang luas dalam sektor pertaniannya. Pada dasarnya pertanian sudah di mulai sejak masyarakat Indonesia sudah mengenal proses bercocok tanam, namun istilah tersebut berjalan sangat lambat. Pertanian pada awalnya bersifat primitif atau konvesional, namun dengan berkembangan zaman menjadi lebih modern untuk mempermudah para petani dalam memproses dan mengelola pertanian guna menghasilkan hasil yang banyak dan berkualitas. Indonesia terkenal sebagai penghasil cengkeh, sawit, lada putih, kopi dan masih banyak lagi.Namun sayangnya Indonesia masih memerlukan bantuan dari negara lain berupa impor beras, gula, kedelai, gandum, jagung, daging dan masih banyak lagi, padahal indonesia ini memiliki potensi yang sangat banyak dan bahkan Indonesia bisa menghentikan impor itu dengan memajukan pertanian dan perternakannya. Seharusnya bukan hanya saja para petani yang di libatkan dalam proses pertanian, namun para pemerintah harus juga ikut andil dalam memajukan pertanian di Indonesia ini. Peranan pemerintah sangat penting dalam hal ini untuk berpihak kepada pertanian, negara - negara lain mampu menjaga harta kekayaan pertanian dan kelautan kita dengan gigih. Hampir semua produk pertanian dan perikanan sekarang ini banyak di impor dari dari negara lain, dulu kita mengekspor ikan, sekarang ini kita malah mengimpor ikan patin, ikan laut, ikan asin dan bahkan impor garam padahal kita memiliki lautan yang luas yang dimana semua itu berada dan ada di laut kita. Seharusnya Indonesia memerlukan manajemen dan pemerintah yang dapat menghentikan berbagai hal pemicu menghambat pembangunan pertanian. Kita harus bisa menghentikan kebocoran sumber daya alam yang di curi oleh negara tetangga, menghentikan korupsi dan masalah - masalah bangsa yang menghancurkan kehidupan bangsa ini, ini perlu adanya keterpihakan pemerintah. Pertanian memang merupakan sektor utama dalam kehidupan dan harus di prioritaskan dalam pembangunan Indonesia. Karena jika pertanian hancur maka matilah rakyat Indonesia ini karena semua sumber kehidupan berasal dari pertanian. para petinggi negara sudah mampu makan yang bukan berasal dari pertanian, maka baru banggalah mereka tidak memerlukan petani. Karena saat ini saya prihatin dengan para pengusaha Indonesia yang lebih mementingkan bisnisnya di bidang properti yang membuat berkurangnya lahan pertanian di Indonesia dan merampas kesuburan lahan pertanian. Seharusnya pemerintah membuat kebijakan tentang pembatasan penggunaan lahan sebagai omset financial di bidang properti agar masih tersedianya lahan hijau untuk kelanjutan pertanian Indonesia.Sektor pertanian di negara kita ini harus disikapi secara cepat dan tepat agar ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia serta kesejahteraan petani dan rakyat indonesia dapat terwujud.

Sumber : http://www.slideshare.net/CutEndangKurniasih/kebijakan-pemerintah-dalam-pembangunan-pertanianhttp://www.tribunnews.com/bisnis/2014/02/28/prabowo-kebijakan-pemerintah-tak-memihak-sektor-pertanian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar